Selasa, 26 April 2016

Tidak Selamanya Teknologi itu Canggih

TEKNOLOGI. Tahun segini, siapa yang tidak kenal dengan teknologi. Apa sih teknologi itu? Teknologi itu as far I know adalah peralatan canggh yang sengaja dibuat guna memenuhi kebutuhan (dan keinginan) manusia.

Teknologi.


Setiap mendengar kata “teknologi” apa yang kamu pikirkan? Mungkin ada diantara kalian yang langsng berpikir handphone, televisi, radio, mobil-mobil canggih, dan lain-lain. Yap, tidak salah. Atau mungkin ada juga berpikir, teknologi itu bukti maju dan berkembangnya suatu Negara dan bangsanya. Dengan adanya penemuan-penemuan dan dibuatnya alat-alat (dan mesin) canggih, berarti adanya sebuah “kemajuan”. Bener gak sih?

Menurut saya.
Jawabannya YA. BENAR.

Namun,

Teknologi hanya sebagai “bukti” dan itu tidak menjamin Negara pengguna teknologi canggih itu sejahtera dan benar-benar “maju dan berkembang”.

Indonesia adalah Negara yang berkembang. Indonesia sudah banyak memakai teknologi canggih. Namun, kadang penggunaan teknologi tidak pada tempatnya sehingga menjadikan Indonesia Negara berkembang. Hanya negaranya saja yang berkembang. Bagaimana dengan bangsanya?

Masalah Indonesia salah satunya adalah kemiskinan. Banyak factor penyebab “kemiskinan” itu sendiri. Salah satunya karena suitnya mencari lapangan pekerjaan. Terlebih orang yang kurang pendidikan dan ekonomi menengah kebawah. Pertama tidak punya skil, kedua tidak punya modal. Saya ambil contoh yang menginspirasi saya untuk membuat catatan ini. Misalnya mesin pencetak tiket di mall-mall. Saat masuk mall, biasanya ada loket masuk yang bertugas mencatat nomor kendaraan kita agar tertib parker di mall. Namun, pernahkan kamu lihat alat pencetak tiket otomatis yang hanya tinggal tekan tombol? Itu bukti dari kesalahan penggunaan teknologi. Lapangan pekerjaan jadi sempit. Mending hanya satu mall, bagaimana jika ada seratus mall yang menggunakan mesin canggih itu? Harusnya tanpa mesin itu bisa menyelamatkan pengangguran setidaknya sejumlah banyaknya mall di Indonesia.

Nah, jika banyak kasus kehilangan pekerjaan karena teknologi di Indonesia, jumlah pengangguran semakin meningkat dan itu berarti pendapatan nasional pun akan berkurang. Jadi, akankah Indonesia masih akan tetap berkembang?


Masalah Indonesia yang lain adalah kebodohan. Kebodohan bisa terjadi karena factor eksternal dari luar diri (misal kerena kondisi ekonomi atau lainnya) dan factor internal dari dalam diri yaitu rasa malas untuk mengenyam pendidikan. Ada orang yang bisa sekolah, tapi angger wae tidak rajin alias bodoh. Bangsa kita yang sudah terlanjur malas ini malah dijejelin dengan berbagai macam teknologi canggih yang mempermudah segalanya, semua orang (terutama pelajar) semakin malas dan semakin malas. Saya termasuk korbannya yang tidak bisa lepas dari gadget canggih. Handphone semakin menyenangkan dan menghipnotis penggunanya dengan fitur yang asik untuk di eksplore seperti instagram, path, tumblr, dan lain-lain, meskipun ada juga fungsi untuk belajar.

Namun, memang teknologi juga ada sisi positif “canggih”nya. Misalnya karena jual-beli online (ini juga termasuk kemajuan teknologi ya guys). Jasa pos jadi diminati. Atau Go-jek online. Dan lain-lain.

Jika dilihat ke luar negara kita, misalnya Jepang. Sudah berapa puluh ribu produk Jepang dibeli dan dinikmati rakyat Indonesia, misalnya mobil. Konon, di Jepang pengguna kendaraan di jalan raya tidak sebanyak Indonesia. Padahal, mereka menghasilkan banyak kendaraan canggih. Hmm apa yang salah dengan negara kita? Mengapa kita mudah dibodohi dan dibohongi teknologi? Kenapa kita masih menjadi negara berkembang padahal lebih banyak menggunakan mobil canggih ketimbang di negara asalnya sendiri? Karena kita adalah pengguna. Karena tidak selamanya teknologi itu canggih.

Apa pendapatmu?

0 komentar:

Posting Komentar