TEKNOLOGI. Tahun segini, siapa yang tidak kenal dengan
teknologi. Apa sih teknologi itu? Teknologi itu as far I know adalah peralatan
canggh yang sengaja dibuat guna memenuhi kebutuhan (dan keinginan) manusia.
Teknologi.
Setiap mendengar kata “teknologi” apa yang kamu pikirkan?
Mungkin ada diantara kalian yang langsng berpikir handphone, televisi, radio,
mobil-mobil canggih, dan lain-lain. Yap, tidak salah. Atau mungkin ada juga
berpikir, teknologi itu bukti maju dan berkembangnya suatu Negara dan
bangsanya. Dengan adanya penemuan-penemuan dan dibuatnya alat-alat (dan
mesin) canggih, berarti adanya sebuah “kemajuan”. Bener gak sih?
Menurut saya.
Jawabannya YA. BENAR.
Namun,
Teknologi hanya sebagai “bukti” dan itu tidak menjamin Negara
pengguna
teknologi canggih itu sejahtera dan benar-benar “maju dan berkembang”.
Indonesia adalah Negara yang berkembang. Indonesia sudah banyak memakai teknologi canggih. Namun, kadang penggunaan teknologi tidak pada tempatnya sehingga menjadikan Indonesia Negara berkembang. Hanya negaranya saja yang berkembang. Bagaimana dengan bangsanya?
Masalah Indonesia salah satunya adalah kemiskinan. Banyak factor
penyebab “kemiskinan” itu sendiri. Salah satunya karena suitnya mencari
lapangan pekerjaan. Terlebih orang yang kurang pendidikan dan ekonomi menengah
kebawah. Pertama tidak punya skil, kedua tidak punya modal. Saya ambil contoh
yang menginspirasi saya untuk membuat catatan ini. Misalnya mesin pencetak
tiket di mall-mall. Saat masuk mall, biasanya ada loket masuk yang bertugas
mencatat nomor kendaraan kita agar tertib parker di mall. Namun, pernahkan kamu
lihat alat pencetak tiket otomatis yang hanya tinggal tekan tombol? Itu bukti
dari kesalahan penggunaan teknologi. Lapangan pekerjaan jadi sempit. Mending
hanya satu mall, bagaimana jika ada seratus mall yang menggunakan mesin canggih
itu? Harusnya tanpa mesin itu bisa menyelamatkan pengangguran setidaknya sejumlah banyaknya
mall di Indonesia.
Nah, jika banyak kasus kehilangan pekerjaan karena teknologi di Indonesia, jumlah pengangguran semakin meningkat dan itu berarti pendapatan nasional pun akan berkurang. Jadi, akankah Indonesia masih akan tetap berkembang?
Masalah Indonesia yang lain adalah kebodohan. Kebodohan bisa
terjadi karena factor eksternal dari luar diri (misal kerena kondisi ekonomi
atau lainnya) dan factor internal dari dalam diri yaitu rasa malas untuk
mengenyam pendidikan. Ada orang yang bisa sekolah, tapi angger wae tidak rajin alias bodoh. Bangsa kita yang sudah
terlanjur malas ini malah dijejelin dengan berbagai macam teknologi canggih
yang mempermudah segalanya, semua orang (terutama pelajar) semakin malas dan
semakin malas. Saya termasuk korbannya yang tidak bisa lepas dari gadget
canggih. Handphone semakin menyenangkan dan menghipnotis penggunanya dengan
fitur yang asik untuk di eksplore seperti instagram, path, tumblr, dan
lain-lain, meskipun ada juga fungsi untuk belajar.
Namun, memang teknologi juga ada sisi positif “canggih”nya.
Misalnya karena jual-beli online (ini juga termasuk kemajuan teknologi ya
guys). Jasa pos jadi diminati. Atau Go-jek online. Dan lain-lain.
Jika dilihat ke luar negara kita, misalnya Jepang. Sudah berapa puluh ribu produk Jepang dibeli dan dinikmati rakyat Indonesia, misalnya mobil. Konon, di Jepang pengguna kendaraan di jalan raya tidak sebanyak Indonesia. Padahal, mereka menghasilkan banyak kendaraan canggih. Hmm apa yang salah dengan negara kita? Mengapa kita mudah dibodohi dan dibohongi teknologi? Kenapa kita masih menjadi negara berkembang padahal lebih banyak menggunakan mobil canggih ketimbang di negara asalnya sendiri? Karena kita adalah pengguna. Karena tidak selamanya teknologi itu canggih.
Jika dilihat ke luar negara kita, misalnya Jepang. Sudah berapa puluh ribu produk Jepang dibeli dan dinikmati rakyat Indonesia, misalnya mobil. Konon, di Jepang pengguna kendaraan di jalan raya tidak sebanyak Indonesia. Padahal, mereka menghasilkan banyak kendaraan canggih. Hmm apa yang salah dengan negara kita? Mengapa kita mudah dibodohi dan dibohongi teknologi? Kenapa kita masih menjadi negara berkembang padahal lebih banyak menggunakan mobil canggih ketimbang di negara asalnya sendiri? Karena kita adalah pengguna. Karena tidak selamanya teknologi itu canggih.
Apa pendapatmu?





0 komentar:
Posting Komentar