Kenapa perbedaan harus ada? Padahal, perbedaan kan bikin
masalah! Apa untungnya ada perbedaan?
DIFFERENCE, perbedaan.
Di dunia ini ada berjuta-juta perbedaan. Kalau jumlah
manusia di muka bumi ini ada 7 milyar, berarti ada lebih dari 7 milyar perbedaan
di bumi. 5% nya adalah rupa manusia dari ujung kepala sampe ujung kaki yang
totally not same. TOTALLY AT ALL. Nggak ada manusia yang persis sama
semua-muanya, kecuali Tuhan menghendaki. Kalo ada si kembar yang kelihatan
mirip dari kepala, muka, badan, kaki, sampe asdfghjkl-nya, pasti ada perbedaan
diantara mereka. Entah golongan darahnya atau cungur hidungnya si A lebih
panjang 0,00001mm daripada B berapa senti atau apalah. Percaya nggak? Kalo aku sih, YES.
Source : https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTBfC3vYjNtWMVQsOTmEgdYXbA90QsNWo7DeuyJ_Kkz-azpVOrXIw
Katanya, kita punya 7 kembaran di dunia ini. Tapi, gue yakin
banget mereka itu nggak persis sama kayak kita. Pasti ada perbedaan meski nggak
secara fisik, mungkin hobinya, cita-citanya, dimana sekolahnya, temen deketnya,
pacarnya, dan lain-lain. Bayangin, kalo nggak ada yang namanya difference, semua
orang bakal punya pacar yang sama.. Di dua in aja mikir-mikir mau mati aja,
apalagi di banyak in.
Ngomong-ngomong soal sekolah. Pasti udah nggak asing, dong,
istilah tawuran antarpelajar. Nah, kira-kira penyebabnya apa, sih? Pasti salah
satunya adalah karena PERBEDAAN. Beda sekolah, jadi mending kite tawuran aja bray, karena nggak seru tawuran sama anak satu sekolah. Terus, jadi solusinya gimana?
Source : http://www.bincangedukasi.com/wp-content/uploads/2013/03/Tawuran-Pelajar.jpg
Solusinya adalah meniadakan
perbedaan sekolah di negeri ini. Bayangin, negeri ini cuma punya SATU nama
sekolah yang bercabang-cabang di setiap provinsi. Itu pun nggak menjamin
tawuran bener-bener bisa terselesaikan. Bisa jadi anak SMA Indonesia cabang Cirebon
punya dendam sama SMA Indonesia cabang Bekasi karena pas lagi pedekate
ditikung. Ujung-ujungnya, tawuran juga jadi solusi.
Terus-terus. Percaya nggak, tanpa perbedaan negeri ini
justru nggak akan maju. Misalnya, lu suka cendol, tapi temen lu nggak suka
cendol, sukanya es campur, terus lu menghujat dia, “aneh banget sih nggak suka
cendol. Cendol kan enak daripada es campur nggak enak.” Nah, coba bayangin kalo
seluruh dunia ini suka cendol dan nggak suka es campur. Sepuluh ribu pedagang
es campur gulung tikar, akhirnya timbulah pengangguran. Yang punya keahlian
lebih, ganti usaha jadi jualan cendol. Bayangin setiap keluar rumah semua
gerobak berjejer jualan cendol semua. Mulai masuk tol cipali sampe keluar
semuanya cendol. Muak nggak? YAP, That’s the power of PERBEDAAN.
Terus contoh lain... apa ya. Mikir dulu. Oh iya, konflik di
Poso, Sulawesi Tengah, karena perbedaan agama. Padahal, dalam beberapa kasus,
perbedaan agama juga penting. Meski setiap orang punya kepercayaan
agama-nya-lah yang paling benar. Karena perbedaan agama, semua orang sibuk
mencari dan memperdalam ilmu. Karena perbedaan agama juga jadi banyak hari
libur :V Kalau hanya ada satu agama di dunia ini. Mungkin orang jadi nggak
sibuk “mencari” lagi. Bisa jadi nanti malah “terlena” dan “lupa” karena semua
orang percaya agamanya sudah benar.
Terus perbedaan kebudayaan. Apa yang menarik dari Indonesia
tanpa ragam kebudayaannya?
Jadi, jangan pernah meremehkan dan mempermasalahkan
perbedaan. Semua hal pasti punya sisi positif. Dengan perbedaan, mungkin kita
bisa lebih baik. Dengan perbedaan, semua jadi berwarna. Nggak ada “perbedaan”
yang nggak dibutuhkan.
Tidak akan disebut PELANGI jika tidak memiliki 7 warna berbeda.
So, difference is colour.
Bahkan kalau Bidak catur semuanya adalah RATU, I can't imagine how crowd is that.
Source: http://www.ultraimg.com/images/Catur.jpg










