Senin, 30 Mei 2016

Perbedaan HARUS Ada!

Kenapa perbedaan harus ada? Padahal, perbedaan kan bikin masalah! Apa untungnya ada perbedaan?

DIFFERENCE, perbedaan.
Di dunia ini ada berjuta-juta perbedaan. Kalau jumlah manusia di muka bumi ini ada 7 milyar, berarti ada lebih dari 7 milyar perbedaan di bumi. 5% nya adalah rupa manusia dari ujung kepala sampe ujung kaki yang totally not same. TOTALLY AT ALL. Nggak ada manusia yang persis sama semua-muanya, kecuali Tuhan menghendaki. Kalo ada si kembar yang kelihatan mirip dari kepala, muka, badan, kaki, sampe asdfghjkl-nya, pasti ada perbedaan diantara mereka. Entah golongan darahnya atau cungur hidungnya si A lebih panjang 0,00001mm daripada B berapa senti atau apalah. Percaya nggak? Kalo aku sih, YES.
Source : https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTBfC3vYjNtWMVQsOTmEgdYXbA90QsNWo7DeuyJ_Kkz-azpVOrXIw

Katanya, kita punya 7 kembaran di dunia ini. Tapi, gue yakin banget mereka itu nggak persis sama kayak kita. Pasti ada perbedaan meski nggak secara fisik, mungkin hobinya, cita-citanya, dimana sekolahnya, temen deketnya, pacarnya, dan lain-lain. Bayangin, kalo nggak ada yang namanya difference, semua orang bakal punya pacar yang sama.. Di dua in aja mikir-mikir mau mati aja, apalagi di banyak in.

Ngomong-ngomong soal sekolah. Pasti udah nggak asing, dong, istilah tawuran antarpelajar. Nah, kira-kira penyebabnya apa, sih? Pasti salah satunya adalah karena PERBEDAAN. Beda sekolah, jadi mending kite tawuran aja bray, karena nggak seru tawuran sama anak satu sekolah. Terus, jadi solusinya gimana?

Source : http://www.bincangedukasi.com/wp-content/uploads/2013/03/Tawuran-Pelajar.jpg

Solusinya adalah meniadakan perbedaan sekolah di negeri ini. Bayangin, negeri ini cuma punya SATU nama sekolah yang bercabang-cabang di setiap provinsi. Itu pun nggak menjamin tawuran bener-bener bisa terselesaikan. Bisa jadi anak SMA Indonesia cabang Cirebon punya dendam sama SMA Indonesia cabang Bekasi karena pas lagi pedekate ditikung. Ujung-ujungnya, tawuran juga jadi solusi.

Terus-terus. Percaya nggak, tanpa perbedaan negeri ini justru nggak akan maju. Misalnya, lu suka cendol, tapi temen lu nggak suka cendol, sukanya es campur, terus lu menghujat dia, “aneh banget sih nggak suka cendol. Cendol kan enak daripada es campur nggak enak.” Nah, coba bayangin kalo seluruh dunia ini suka cendol dan nggak suka es campur. Sepuluh ribu pedagang es campur gulung tikar, akhirnya timbulah pengangguran. Yang punya keahlian lebih, ganti usaha jadi jualan cendol. Bayangin setiap keluar rumah semua gerobak berjejer jualan cendol semua. Mulai masuk tol cipali sampe keluar semuanya cendol. Muak nggak? YAP, That’s the power of PERBEDAAN.


Terus contoh lain... apa ya. Mikir dulu. Oh iya, konflik di Poso, Sulawesi Tengah, karena perbedaan agama. Padahal, dalam beberapa kasus, perbedaan agama juga penting. Meski setiap orang punya kepercayaan agama-nya-lah yang paling benar. Karena perbedaan agama, semua orang sibuk mencari dan memperdalam ilmu. Karena perbedaan agama juga jadi banyak hari libur :V Kalau hanya ada satu agama di dunia ini. Mungkin orang jadi nggak sibuk “mencari” lagi. Bisa jadi nanti malah “terlena” dan “lupa” karena semua orang percaya agamanya sudah benar.

Terus perbedaan kebudayaan. Apa yang menarik dari Indonesia tanpa ragam kebudayaannya?

Jadi, jangan pernah meremehkan dan mempermasalahkan perbedaan. Semua hal pasti punya sisi positif. Dengan perbedaan, mungkin kita bisa lebih baik. Dengan perbedaan, semua jadi berwarna. Nggak ada “perbedaan” yang nggak dibutuhkan.

Image result for difference

Tidak akan disebut PELANGI jika tidak memiliki 7 warna berbeda.
So, difference is colour.

Bahkan kalau Bidak catur semuanya adalah RATU, I can't imagine how crowd is that.
Source: http://www.ultraimg.com/images/Catur.jpg

JETRADA PUNYA CERITA



JETRADA SIH APA?

JEJAK Tradisi Daerah, itu loh agenda tahunan kantor Balai Pelestarian Nilai dan Budaya di seluruh Indonesia. Tapi, kesempatan kali ini, kita ikut dalam agenda Jejak Tradisi Daerah di kantor BPNB Bandung.

NGAPAIN AJA SIH?

Indonesia kan punya banyak budaya yang notabene harus banget di lestarikan. atau setidaknya dipelajari. atau kalo males, malu, ngga bisa, atau nggak minat ya setidaknya tahu ada budaya-budaya apa aja di tanah air kita ini. Nah, tugas kita, perwakilan yang hadir dalam Jetrada ini adalah menyelusupi tradisi di salah satu daerah di Sukabumi. Tiap tahun Agendanya berubah-ubah, nggak selalu ke Sukabumi. Tapi, tahun ini kedapetan ke Sukabumi.

KAPAN TUH?

3 Hari. Dari tanggal 2 Mei sampai 4 Mei.

ITU PERWAKILAN DARIMANA AJA SIH?

BPNB Bandung itu wilayah kerjanya di Jawa Barat, Banten, Lampung, dan DKI Jakarta. Paling banyak tentu saja perwkailan Jawa Barat, khususnya Bandung dan Sukabumi.

ADA KENDALA NGGAK?

Jujur, kendalanya sebenernya cuma satu. Dua ding. Pertama izin orangtua pastinya. Kedua, JAUH BANGET. Secara kita tinggal di Cirebon. Butuh perjalanan Cirebon-Bandung untuk ngumpul terus baru perjalanann Bandung-Sukabumi yang KATANYA cuma butuh kurang-lebih 2 jam. Berangkat dari Bandung jam 10 an, harusnya duhur udah sampai. Tapi, ngaret parah. Kita baru sampe di Sukabumi jam 7 malam. Dan kita baru tau kita baru aja diboongin. Ya, that's the power of SUGESTI.

Tapi, ketemu sama temen-temen baru bikin perjalanan jauh jadi ngga kerasa berat kok.

SERU DONG!

THAT'S RIGHT! IT WAS SO MEMORABLE.

CERITAIN DONG!!!

BOLEH-BOLEH. SCROLL TERUS YAAA!!!! LANJUT BACA OKE!